Hingga Februari, Dana Kelolaan BNI Asset Management Rp 18 T

Kamis, 9 Maret 2017 | 08:14

Jakarta– PT BNI Asset Management membukukan total dana kelolaan (asset under management/AUM) sebesar Rp 18 triliun sampai akhir Februari 2017. Secara year on year (yoy), realisasi AUM, anak usaha PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) ini tumbuh sekitar 26 persen.


Presiden Direktur PT BNI Asset Management Reita Farianti menyatakan, hingga 28 Februari 2017, perusahaan menembus posisi lima besar perusahaan manajemen aset dengan AUM terbesar di Indonesia. Padahal sebelumnya, BNI Asset Management berada di posisi ke-7. Seiring pencapaian itu, perseroan berencana menambah variasi produk.


Secara spesifik, BNI Asset Management berniat menerbitkan sejumlah reksa dana penempatan terbatas (RDPT) maupun dana investasi real estate (DIRE). “Kami tengah menggarap sejumlah RDPT dari berbagai sektor usaha. Misalnya dari sektor properti, perusahaan pembiayaan (multifinance), minyak dan gas, hingga beberapa underlying RDPT yang berasal dari emiten BUMN (badan usaha milik negara),” ujar Reita kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.


Terkait RDPT yang memiliki underlying dari emiten BUMN, perseroan akan melakukan peluncuran pada semester II-2017. Reita optimistis dengan perolehan ke depan tanpa memaparkan nonimal target penerbitan RDPT tersebut. “Intinya, kami sadar untuk memiliki produk alternatif, guna memenuhi kebutuhan investor. Sehingga perseroan merasa harus proaktif dan menciptakan produk yang sesuai dengan perkembangan pasar,” jelas dia.


Soal RDPT dari perusahaan multifinance, Reita mengakui, underlying atas produk itu merupakan surat utang jangka menengah (medium term note/MTN) dari PT BNI Multifinance. Sister company perseroan tersebut saat ini sedang menunggu restu dari induk usaha agar dapat merilis MTN sebesar Rp 200 miliar. “Itu akan menjadi bentuk sinergi dari BNI Grup. Lagi pula, upaya penggalangan dana tidak hanya tergantung dari pinjaman bank tapi dapat melalui pasar modal,” ujar dia.


Direktur Utama BNI Multifinance Suwaluyo menyatakan, perseroan berencana memenuhi sisa kebutuhan pendanaan tahun ini melalui emisi MTN. Sementara lainnya sudah terpenuhi dari mekanisme kerja sama antara perseroan dan BNI melalui joint financing (JF). “Porsi JF BNI kisaran 90-95 persen, sedangkan komposisi dana perseroan terhadap pembiayaan kisaran 5-10 persen,” ungkap dia.


Direktur Keuangan BNI Rico Rizal Budidarmo memaparkan, keputusan menerbitkan MTN dari BNI Multifinance akan berdampak terhadap pengembangan bisnis anak usaha tersebut ke depan. “Keputusan itu dapat mendukung kebutuhan nasabah,” tegas dia.


DIRE Rp 400 Miliar

Sementara dari sisi rencana penerbitan DIRE, Reita mengungkapkan pihaknya menargetkan meraih dana sekitar Rp 400 miliar. Adapun produk real estate investment trust (REIT) BNI Asset Management itu akan meluncur pada sekitar semester I-2017. “Saat ini aset properti untuk underlying DIRE dalam tahap rating,” papar dia.


Sebelumnya Direktur BNI Asset Management Isbono M I Purbo mengungkapkan, perseroan tengah mengajukan rating untuk produk DIRE kepada PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Adapun, underlying DIRE perseroan adalah properti yang terletak di Bali.

 

http://www.beritasatu.com/investasi-portofolio/418352-hingga-februari-dana-kelolaam-bni-asset-management-rp-18-t.html

GRUP BNI