Weekly Market Update BNI-AM - Ulasan Pasar Saham, Obligasi dan Pasar Uang

Rabu, 27 Desember 2017 | 09:00


Ulasan Pasar Saham

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan minggu lalu ditutup pada level 6,221 atau naik 1.66% (WoW) dan Indeks LQ45 tercatat naik sebesar 2.30% (WoW) ke level 1,030. Sementara itu, investor asing mencatatkan total jual bersih sebesar Rp 538 miliar pada perdagangan minggu lalu dimana secara YTD total jual bersih investor asing tercatat sebesar Rp 39.8 triliun. Sejalan dengan IHSG, bursa global pada perdagangan minggu lalu juga mayoritas mengalami penguatan seperti indeks FTSE 100 (Inggris) menguat 1.36%, Hang Seng (Hong Kong) naik 2.53%, dan Nikkei (Jepang) naik 1.55%. Indeks Dow Jones juga kembali melanjutkan penguatannya minggu lalu yang naik 0.42% menyusul Senat Amerika Serikat (AS) telah meloloskan usulan pemotongan pajak korporasi dari 35% menjadi 21% yang akan efektif per 1 Januari 2018. Disisi lain, pertumbuhan ekonomi 3Q’17 AS tercatat sesuai dengan ekspektasi sebesar 3.2% (QoQ).
Pada perdagangan minggu lalu, sektor barang konsumsi (+.3.93%) dan perbankan (+2.38%) menjadi sektor yang mengalami penguatan terbesar. Sementara itu, sektor agrikultur (-2.44%) menjadi sektor yang mengalami pelemahan terbesar seiring penurunan harga CPO yang turun sebesar 0.55% pada minggu lalu. Kami melihat aksi window dressing berpotensi menjadi pendorong penguatan IHSG pada perdagangan minggu ini seiring minimnya katalis hingga akhir bulan pasca pengumuman kenaikan suku bunga Fed Rate dan ditahannya suku bunga acuan BI yang sudah diantisipasi oleh pelaku pasar.

Ulasan Pasar Obligasi dan Pasar Uang

Pasar obligasi sepanjang minggu lalu mencatatkan penguatan yang tercermin pada Indonesia Composite Bond Index (ICBI) yang naik 0.48% WoW dari 240.66 ke 241.82. Tren ini didasari oleh index obligasi pemerintah (IndobexG) yang ditutup naik 0.51% WoW ke level 238.99 dari 237.78 sedangkan indeks obligasi korporasi (IndobexC) juga mengalami kenaikan sebesar 0.27% WoW ke level 252.21 dari 251.54. Kinerja positif pasar obligasi minggu lalu dipicu oleh kenaikan peringkat utang Indonesia oleh Fitch Ratings ke level BBB (Stable) dari sebelumnya di level BBB- (Positive). Transaksi SUN di pasar sekunder juga tampak solid, tercermin dari kenaikan total volume SBN. Dampak positif dari kenaikan rating juga dialami pada kinerja nilai tukar rupiah di pasar yang menguat terhadap USD dari level 13.570 ke 13.560/US$, sedangkan kepemilikan asing di SUN tercatat turun 0.17% WoW dari Rp 835.72 T menjadi Rp 833.29 T.
Kami melihat adanya potensi penurunan tebatas yield dalam jangka pendek ditengah meredanya tekanan eksternal dan meningkatnya optimisme terhadap kondisi dalam negeri. Kenaikan peringkat dari Fitch Ratings ini akan memperkecil risk premium Indonesia serta meningkatkan minat investor asing terhadap pasar domestik sehingga akan menjaga level yield yang rendah di pasar surat utang Indonesia. Tren kenaikan yield US Treasury dalam seminggu terakhir, diperkirakan mereda pasca keluarnya angka revisi PDB AS 3Q17 annualized yang sebesar 3,2%, dibawah ekspektasi konsensus yang sebesar 3,3%. Meredanya tekanan kenaikan yield US Treasury ini berpotensi memberikan dampak yang positif terhadap pasar surat utang Indonesia.
Special rate bulanan deposito di akhir oktober dan November cenderung flat setelah dari awal tahun mencatatkan tren menurun yang disebabkan oleh turunnya 7 days reverse repo rate. Special rate bulanan deposito di awal tahun untuk bank BUKU II dan BUKU III di periode bulan November 2017 rentang special rate untuk kategori yang sama berada antara 6.25%-7.00%. Kelebihan likuiditas pada bank yang disebabkan oleh lebih kencangnya pertumbuhan deposito daripada kredit menyebabkan cenderung turunnya rate deposito.

* Return produk termasuk dividen

 

 

Sebelum melakukan investasi di Reksa Dana, Investor harus membaca dan memahami prospektus dana, khususnya di bagian Manajer Investasi. Investasi Reksa Dana mengandung risiko. Kinerja masa lalu tidak menunjukkan kinerja masa depan.

GRUP BNI