BNI Asset Management tawarkan Reksa Dana BNI30 sebagai pilihan investasi unggulan di tahun 2018

Senin, 5 Februari 2018 | 10:00


Konstelasi politik di tahun 2017 yang turun naik diprediksi masih akan terjadi di tahun 2018 karena  pada tahun 2018 akan diselenggarakan PILKADA serentak. Positif negatifnya hasil Pilkada sedikit banyak akan mempengaruhi pergerakan saham di Bursa yang juga berimbas pada aktivitas dan kinerja produk-produk pasar modal termasuk Reksa Dana.

Mengawali tahun 2018, PT BNI Asset Management (selanjutnya disebut BNI-AM)  mengundang investornya pada kegiatan Investor Gathering 2018 dengan tema  “Peluang Investasi di Tahun Pilkada” dengan menghadirkan 3 pembicara yaitu Phillips J. Vermonte – Direktur Eksekutif Senior CSIS, Poltak Hotradero – Peneliti Senior Bidang Ekonomi Bursa Efek Indonesia dan Putut E. Andanawarih – Direktur BNI Asset Management.

BNI-AM merupakan salah satu pelopor Manajer Investasi di Indonesia. Sejak tahun 1995, BNI Asset Management merupakan bagian dari PT. BNI Sekuritas. Pada tanggal 7 Juli 2011, BNI-AM resmi memisahkan diri  (spin off) dari PT BNI Sekuritas. Pemegang saham mayoritas saat ini adalah PT. BNI Sekuritas sebesar 99,9% dan sisanya 0,1% dimiliki oleh Koperasi Karyawan PT BNI Sekuritas. Selama 3 tahun terakhir, BNI-AM telah masuk dalam 10 peringkat atas perusahaan MI di Indonesia. Sampai dengan akhir Desember 2017, BNI Asset Management menduduki peringkat 8 pada League Table Manajer Investasi Indonesia data Infovesta dengan total Asset Under Management (AUM) sampai saat ini kurang lebih 20 Triliun rupiah. 

BNI-AM melihat bahwa meski tahun 2018 adalah tahun yang diprediksi bakal terjadi dinamika pasar akibat adanya Pilkada serentak yang dapat saja membawa konstelasi politik bergejolak sehingga pasar dikhawatirkan akan volatile, justru  investor memiliki peluang yang sangat besar untuk menata portfolio investasinya dengan memilih saham-saham terbaik termasuk memilih produk Reksa Dana yang terdiri dari saham-saham terbaik (fundamental kuat dan nilai kapitalisasi pasar besar). “Kami berpandangan bahwa justru di saat harga saham-saham di pasar modal sedang mengalami penurunan, disitulah kesempatan investor memperlebar portfolio investasinya dengan memilih produk-produk Reksa Dana yang terdiri dari saham-saham berfundamental baik dan likuid” demikian disampaikan Putut E. Andanawarih (Direktur BNI Asset Management). “Salah satu produk yang kami unggulkan adalah Reksa Dana BNI-AM Indeks IDX30 (selanjutnya disebut Reksa Dana BNI30) dimana Reksa Dana BNI30 merupakan Reksa Dana Indeks yang mengacu pada IDX30 sebagai tolak ukurnya. Reksa Dana ini merupakan Reksa Dana yang terdiri dari kumpulan saham-saham 30 emiten dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar dan terlikuid di Bursa Efek Indonesia’ jelas Putut. 

Diakhir pengujung tahun 2017, BNI Asset Management telah meluncurkan Reksa Dana BNI30 yang terdiri dari 30 saham dimana seluruh konstituennya dipilih dari konstituen indeks LQ45 yang merupakan saham-saham dengan likuiditas perdagangan yang tinggi dan memiliki kapitalisasi besar dan untuk pilihan sahamnya sendiri mengacu pada pilihan saham Indeks IDX30.  

Putut mengatakan “Tujuan dibentuknya Reksa Dana BNI30 adalah sebagai alternatif pilihan bagi investor yang menginginkan strategi investasi pasif mengingat dalam 3 tahun terakhir sebagian besar Reksa Dana pengelolaan aktif kesulitan untuk mengalahkan tolak ukur. Indeks IDX30 kami pilih karena merupakan saham-saham yang memiliki kapitalisasi terbesar dan likuiditas perdagangan yang tinggi.”   

Saat ini BNI Asset Management juga mempunyai Reksa Dana Saham BNI-AM Inspiring Equity Fund yang masih menjadi andalan BNI-AM bagi Investor yang menginginkan strategi aktif, mengingat Reksa Dana Saham BNI-AM Inspiring Equity Fund dikelola dengan dukungan tim investasi yang solid serta strategi investasi yang berinvestasi pada saham-saham pilihan yang memiliki kapitalisasi besar dan likuid dengan pendekatan analisa kualitatif (prospek usaha, strategi manajemen, Good Corporate Governance dan kuantitatif (ekspektasi pertumbuhan laba bersih, profitabilitas, valuasi) dengan kinerja return selama tahun 2017 sebesar 15.46% sesuai data yang diambil dari Infovesta. 

Kinerja Reksa Dana BNI30 tentunya ditopang oleh kondisi perekonomian Indonesia yang terus memberikan hasil-hasil positif, Putut menambahkan “Kuatnya fundamental ekonomi Indonesia yang tercermin dari pertumbuhan GDP stabil di atas 5%, stabilnya nilai tukar Rupiah, dan keberhasilan pemerintah menjaga inflasi rendah akan menjadi sentiment positif bagi pergerakan IHSG. Kuatnya fundamental Ekonomi Indonesia mendorong lembaga pemeringkat Fitch Rating menaikan peringkat utang Indonesia dari “BBB –“ menjadi “BBB”. Ke depannya, kami melihat besar peluang bagi lembaga pemeringkat internasional lainnya seperti S&P dan Moodys untuk menyusul langkah Fitch menaikan rating Indonesia. Hal ini diharapkan akan mendorong aliran dana asing yang akan berinvestasi di pasar modal Indonesia yang tentunya akan berdampak positif bagi pergerakan IDX 30 karena dana asing ini tentunya mayoritas akan berinvestasi pada saham-saham kaptalisasi besar yang merupakan konstituen dari IDX30”.  

Pembentukan Reksa Dana BNI30 merupakan bagian dari kuatnya sinergi antara BNI dan anak perusahaan BNI lainnya yaitu BNI Life. Selain investor institusi yang terdiri dari pengelola dana pensiun dan perusahaan asuransi, BNI Life juga mempercayakan investasinya di BNI AM. Saat peluncuran Reksa Dana BNI30 , BNI Life menjadi Investor Perdana pada pembelian produk tersebut.

Geger N. Maulana selaku Plt. Direktur Utama BNI Life yang turut hadir dan mendukung acara Investor Gathering BNI-AM mengatakan “BNI-AM telah memberikan kinerja yang baik selama bersinergi dengan BNI Life dan terbukti dengan terus berkembangnya penempatan kami pada BNI-AM hingga di ujung tahun 2017 dengan total nilai sinergi antara BNI Life dengan BNI-AM : Rp. 2.5 Triliun, yang berasal dari Produk Tradisional : Rp. 157 Miliar, Shareholders Fund : Rp. 478 Miliar, Unit Link Saham-Reksa Dana BNI30 Rp. 666 Miliar, Unit Link Balanced Fund : Rp. 153 Miliar, Unit Link Maksima Promo : Rp. 1.2 Triliun. BNI Life berharap melalui penempatan investasi di BNI-AM dapat mewujudkan sinergi yang kokoh yang telah terjalin lebih dari 10 tahun, jelas Geger”. 


GRUP BNI