PUBLIKASI

Dapatkan informasi/berita terbaru tentang kami

Indonesia Butuh Investasi Rp4.983,2 Triliun untuk Kejar Pertumbuhan 6 Persen

Selasa, 17 November 2020 | 06:15

Katakini.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan, Indonesia membutuhkan investasi senilai Rp4.983,2 triliun untuk mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 6% di tahun 2024.

Untuk mencapai investasi sebanyak tersebut setidaknya tahun ini harus tercapai sebesar Rp817,2 triliun. Kemudian tahun 2021 Rp858,5 triliun dan pada tahun 2022 sebesar Rp968,4 triliun.

Menurut Bahlil untuk menggolkan investasi sebanyak itu, pemerintah khususnya BKPM memberikan berbagai fasilitas kemudahan kepada investor untuk berinvestasi.

Beberapa fasilitas kemudahan diantaranya adalah, murahnya harga lahan atau tanah, kemudahan infrastruktur jalan, pasokan listrik yang melimpah, ijin yang dipermudah dan lain sebagainya. Bahkan dirinya menjamin kepada investor bahwa Indonesia adalah surganya bagi para investor.

"Tahun ini kami diberikan target investasi oleh Bappenas senilai Rp886 triliun, tapi karena ada pandemi Covid-19 kita revisi jadi Rp817,2 triliun. Nah sampai dengan September kemarin kita sudah realisasikan Rp611,6 triliun," ujar Bahlil.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo optimistis, bahwa Indonesia akan segera keluar dari ancaman jurang resesi yang lebih dalam dan ekonomi akan mulai bertumbuh secara normal di tahun 2021. Pasalnya, selama dua kuartal berturut-turut ekonomi Indonesia tumbuh positif meski masih diangka negatif.

Pada kuartal II 2020, ekonomi tumbuh -5,32%, sementara pada kuartal III tumbuh -3,49% dan diyakini pada kuartal IV juga akan kembali tumbuh positif.

Dengan tren pertumbuhan ekonomi yang positif tersebut BI, yakin depan ekonomi akan tumbuh 5%.

"Kami meyakini perbaikan ekonomi Indonesia terus berlanjut. Pertumbuhan ekonomi akan positif pada kuartal IV 2020, dan meningkat jadi 5% pada 2021. Bahkan kemudian terus naik ke 6% pada kurun waktu 5 tahun mendatang," kata Perry.

Perry mengatakan bahwa, membaiknya ekonomi dipicu meningkatnya konsumsi masyarakat, membaiknya investasi dan tentunya ekspor yang mulai meningkat.

Selain itu, stabilitas sistem keuangan juga terus terjaga dan tentunya didorong juga membaiknya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika.

"Angka inflasi juga tetap rendah dan terjaga, disamping juga defisit transaksi berjalan menurun dan likuiditas perbankan juga tetap sehat," ujar Perry.

Link. https://www.katakini.com/artikel/39759/indonesia-butuh-investasi-rp49832-triliun-untuk-kejar-pertumbuhan-6-persen/

GRUP PERUSAHAAN