PUBLIKASI

Dapatkan informasi/berita terbaru tentang kami

Pertumbuhan Ekonomi Diproyeksikan 4-5,1% di 2021

Senin, 16 November 2020 | 11:59

Kondisi perekonomian domestic dan global pada tahun 2021 diprediksikan akan memasuki tahap recovery  meskipun masih melambat karena masih ada potensi terjadinya second wave tercermin dari situasi pandemi yang masih menyebar dan meningkat di beberapa negara, banyak negara menunjukkan slowed reopening dan beberapa negara lainnya partial lockdown. Khusus negara China yang berhasil menahan virus dan recovery menuju level pre-Covid.

Presiden Direktur BNI Asset Management (AM), Putut Endro Andanawarih mengatakan, tahun depan  ada tren pemulihan ekonomi dan salah satu tanda pemulihan adalah inflasi yang akan lebih tinggi dibandingkan tahun ini.,”Inflasi ini seiring meningkatnya penyaluran stimulus pemerintah. Kebijakan bunga Bank Indonesia yang relatif bertahan di level 3,75-4% seiring level inflasi yang mulai naik. Tapi masih ada potensi penurunan suku bunga sebesar 25-50 bps dari level saat ini," ujarnya dalam Webinar Market Outlook 2021 dengan tema "Resilience to Counter Economic Turbulence" di Jakarta, Selasa (17/11).

Dari data BI inflasi minggu kedua November 2020 sebesar 0,21% secara bulanan. Kemudian secara tahun kalender 1,17% dan secara tahunan 1,53%. Penyumbang utama inflasi yaitu daging ayam ras sebesar 0,08%, cabai merah 0,03%, telur ayam ras dan bawang merah 0,02%. Kemudian minyak goreng, tomat dan bawang putih mengalami inflasi sebesar 0,01% month to month.

Putut menyebutkan, proyeksi pertumbuhan ekonomi pada level 4-5,1% (upside risk di 6%) pada tahun 2021, didorong oleh gradual recovery dari re-opening economy, khususnya bila vaksin sudah dapat terdistribusi."Selain itu diestimasi investasi dan ekspor meningkat, serta belanja dan program stimulus Pemerintah masih cukup solid. Yield SUN 10 tahun diestimasi bergerak pada kisaran 6,27 - 6,65% (risk 7,3%) ditopang likuiditas lokal dan kembali masuknya investor asing ke pasar obligasi di Indonesia," jelas dia.

Dirinya menambahkan, pada tahun 2021 bila risiko pandemi tidak segera berakhir bisa menjadi risiko global supply dalam jangka menengah. Oleh karena itu menurutnya kondisi perekonomian domestic dan global pada tahun 2021 diprediksikan akan memasuki tahap recovery meskipun masih melambat karena masih ada potensi terjadinya second wave.

Sementara kinerja BNI Asset Management (BNI AM) masih mencatatkan kinerja bisnis yang positif meski di tengah pandemi Covid-19. Perusahaan aset manajemen milik BNI ini tercatat masih membukukan total asset under management (AUM) atau dana kelolaan Rp24,64 triliun. "Dengan aset under manajemen per Oktober 2020 sebesar Rp 24,64 triliun, BNI Asset Management masih tetap dapat mencatatkan pertumbuhan AUM sebesar 15% sejak awal tahun 2020," kata Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati.

Dia menyebutkan, kinerja positif tersebut berkat upaya sinergitas antara seluruh manajemen, investor juga upaya kinerja induknya yakni BNI. Sehingga pada saat ini BNI AM masuk dalam jajaran 10 perusahaan aset manajemen terbesar di Indonesia.

Link. https://www.neraca.co.id/article/139069/pertumbuhan-ekonomi-diproyeksikan-4-51-di-2021

GRUP PERUSAHAAN